5 Kesebelasan Inggris yang Didepak Team Lebih Lemah di UCL

5 Kesebelasan Inggris yang Didepak Team Lebih Lemah di UCL

Posted on

5 Kesebelasan Inggris yang Didepak Team Lebih Lemah di UCL – Kesebelasan Inggris ternyata tidak sedikit yg tak dapat berbuat banyak di fase sistem gugur Liga Champions kompetisi musim ini. 3 dr 5 perwakilan Inggris di persaingan ini telah harus tertendang di paruh 16 besar.

Minggu kemarin Tottenham tidak berkutik vs Juventus & diikuti Manchester United yng tumbang dr Sevilla. Yg terkini pastinya Chelsea dipaksa nggak berdaya menghadapi Barcelona.

Sorotan jelas mengarah pada United yg didepak oleh Sevilla yng kekuatannya masih di bawah team didikan Jose Mourinho. Tapi, United tidaklah kesebelasan Inggris satu-satunya yg menelan nasib sama.

Dibawah ini tragedi 5 team Inggris yng dipermalukan oleh kesebelasan yg lebih lemah di Liga Champions sebagaimana menurut FTB90.

Manchester United melawan Sevilla – Fase 16 Besar (2017/18) – Sebelum Sevilla serta United memainkan laga leg pertama2, Mantan MU & Chelsea, Ray Walkins menyamakan team Spanyol tersebut dg 6 tim papan bawah Premier League. Saat ini, pastinya, ia salah besar – namun keunggulan Sevilla atas United tetap sedikit sama dgn kisah David versus Goliath.

Tiada punggawa diantara kesebelasan Sevilla yng dapat disebut ‘kelas dunia’, walaupun mereka bukanlah kesebelasan terjelek di dunia. Team bintang Jose Mourinho seharga 600 jt pound semestinya mampu mengeliminasi Los Nervionenses dg sederhana. Namun hal-hal ini nggak terwujud.

Manchester City melawan AS Monaco – Paruh 16 Besar (2017/18) – Sekarang Monaco takkan disebut-sebut team lemah oleh kesebelasan di segala Eropa. Kehadiran Pep Guardiola di Manchester di musim panas menjelang kampanye musim 2016/17 dan pengeluaran jutaan poundsterling tuk pesepakbola menjadikan Man City diinginkan dapat menginjak-injak Liga Champions pada kompetisi musim yg lalu.

Mereka tak mampu mengerjakannya. Sebaliknya, Kylian Mbappe muncul menjadi salahsatu superstar remaja yg mendatangkan di sepakbola, Bernardo Silva tetap berlaga reguler, serta Tiemoue Bakayoko bukan punggawa yng jelek. Tetapi hal tersebut tidak membantu.

Arsenal versus Monaco – Fase 16 Besar (2014/15) – Barangkali hasil positif AS Monaco yg makin mengagumkan vs tim Inggris merupakan ketika kontra Arsenal pd th 2015. Ini kira2 1 setengah thn sehabis investasi Rusia besar menembus team Ligue 1, & mereka betul-betul makin memperlihatkan kekuatannya.

Tetapi, di kompare dgn Arsenal, Monaco diprediksi gak akan melaju jauh dr fase 16 besar. Namun satu kali lagi, Arsenal ialah Arsenal.

The Gunners hancur di leg pertama & lalu kesebelasan Premier League itu tereliminasi. Mereka nggak dapat mengkambing hitamkan team spt Bayern Munchen sekarang ini.

Manchester United melawan Porto – Paruh 16 Besar (2003/04) – Dg kesebelasan bertabur super star kayak Paul Scholes, Ryan Giggs serta Ruud van Nistelrooy, team Portugal (dibawah Jose Mourinho kala itu) tak sepatutnya mempunyai peluang. Konteksnya, United mendapat 1 tropi Premier League pd kampanye musim yang lalu, & Porto belum lama sukses memenangi Liga Europa.

Tetapi rupa2nya Porto sukses menang Liga Champions di kompetisi musim tersebut serta memberikan cara buat Mourinho buat jadi satu dari sekian banyak manajer elit dunia.

Liverpool versus Benfica – Fase 16 Besar (2005/06) – Performa tidak bagus pd leg ke-2 di Anfield menumpaskan jawara bertahan dr perlombaan Eropa benar-benar dini. Ini merupakan kekecewaan yang besar dr kesebelasan yng sudah mampu melalui babak grup mereka tuk menembus paruh sistem gugur.

Liverpool, usai menjalankan comeback 3-0 yg dahsyat di laga pamungkas Liga Champions satu tahun sebelumnya, malah nggak dapat membikin sebuah goal vs team Portugal, & menciptakan mereka tak memiliki kans mempertahankan gelar ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.